Sampai Kapan??!

Ku disuruh untuk memetik Bunga itu
Tapi Aku takut kena durinya
Makanya aku tak sanggup
Sampai kapan bisa Ku bertahap?!Dari Sekian banyak Bunga
Dari sekian banyak Mawar Melati
Tak satupun yang bisa Ku dapati
Apalagi sekedar mencium baunya?!

Sepertinya Aku perlu belajar
Untuk bisa memetiknya
Karna tidak bisa diungkapkan
Lewat kata-kata

Apakah Aku tidak boleh memetiknya
Hanya Taqdir akan memberikannya
Hingga sa’at akan Ku bawa
Haruskah Ku bersujud diatas SajadahNya?!

Lagian Aku tidak tahu…
Mana Bunga yang cocok Ku Petik
Mana Bunga yang bisa menyejukan Ku
Sebab Bunga Tak sama Harumnya
Itu yang Ku tahu!

Iklan

4 Komentar »

  1. l0pe-mizz-ya Said:

    ummm…. memang bener tak semua bunga mengeluarkan aroma yang harum mewangi,,, hingga tak sedikit kumbang yang menjauh dari bunga yang terlihat banyak duri juga karna dirasa sulit tuk memetiknya semisal bunga di tepi jurang… hiks… tapi tak jarang pula bunga yang dari luar terlihat indah tapi dalamnya rusak… begitupun kumbang… ada yang hanya bermain2 saja dengan madu sang bunga…. hingga habis manis pindah nyari madu ke bunga yang lain… itu realita… nb: lope doakan kk dapat “bunga” yang cantik luar dalam.. mengeluarkan aroma mewangi yang menebar ke seluruh sanubari 🙂

  2. l0pe-mizz-ya Said:

    This post has been removed by a blog administrator.

  3. l0pe-mizz-ya Said:

    This post has been removed by a blog administrator.

  4. tanirah Said:

    sampai kapan???

    sebuah pertanyaan yang hanya bisa diakhiri oleh sang penanya sendiri.
    sebuah keberanian dan kemapuan untuk berubah

    aku tak hendak menerka-nerka sipa kah bunga itu,

    tapi izinkan aku untuk mencoba menjawab pertanyaan itu,dengan versiku

    sampai kapan?

    sampai abang memiliki keberanian untuk mengatakan
    ukhti ana uhibbukumfillah
    ukhti mo kah engaku menjadi bidadari dalam kehidupanku

    ukhti mo kah engkau menapaki jalan dakwah bersama

    ukhti mo kah engkau menjadi ibu dari generasi ghurobah penerus
    perjuanganku.

    atau…
    sampai waktu tak bersahabat lagi denganmu
    hingga bunga telah berada pada
    taman lain yang jauh lebih indah
    jangankan mencium harumnya
    mengetahui keberadaanyapun engkau takkan mampu.

    atau…
    mungkin hingga bunga
    tak bernyawa lagi
    atau mungkin juga dirimu
    yang demikian


{ RSS feed for comments on this post} · { TrackBack URI }

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: