Siang Bolong!!!

Tahu-tahu langsung nyamber kayak lem, karna biasanya dia cuek bebek, dan lagian enga biasanya nanya hal aneh seperti ini lewat chat. Biasanya aku chat, ya selain buat refressing, juga iseng, selebihnya tergantung sih! Tapi mulanya aku nanggapin pertanyaan itu dengan iseng saja, sampe dia nanya tentang masalah Ego segala, aduh aku harus jawab gimana ya…? Aku saja kadang susah untuk mengendalikan ego ku, yaa Aku jawab saja dengan sedikit simpel, supaya dia tahu bahwa Aku harus banyak faham lagi tentang masalah ego! Karna setiap perbuatan kita tidak lepas dari ego, hanya saja bagaimana cara kita menyingkapin hal itu.

Ego manusia juga berbeda-beda, ada egois, romantis, pesimis, optimis, sampe sesinis dan sebengispun banyak. Saya saja kadang merasakan kesemua ego itu ada pada diri ku. Lalu Saya jawab waktu itu pertanyaannya “kataku ego adalah sikap!” Trus dia enga faham dengan jawaban sependek itu! Kemudian Aku bilang lagi, sikap kamu menanggapin jawabanku itu gimana, puas atau enga?? tambahku, ya itulah ego! Kalau emang kamu belum puas, sikap kamu adalah cari bahan tambahan buat kamu untuk lebih mengerti apa maksud ego itu!

Kemudian dia menanyakan tentang Pribadiku “kamu itu milik siapa?!”. Jawabku…kalau sebagai hamba, jelas aku milik Sang pencipta, yang telah menjadikan aku dan memberikan penghidupan seperti telinga, mata, hidung, tangan dan hati, sehingga aku bisa hidup. Kalau seandainya saya sebagai anak, jelas Abdi teh (sedikit mengulang kata-kata sundaku) milik Ayah dan ibuku, yang telah melahirkanku, hingga aku besar sampai sekarang. Begitupun kalau aku sebagai adik dan kakak, aku milik saudara-saudaraku.

Kembali dia nanya, kalau seandainya milik kekasih???! Langsung saja Saya jawab dengan mengulang pertanyaannya, kalau saya milik kekasih, ya Aku milik kekasihku. Itu bisa Tuhan, bisa Orang tua, bisa Saudara, juga Teman (pasangan hidup). Hanya saja kadang remaja perlu menilai sifat pasangan hidupnya itu lewat kata “cinta”. Banyak cara orang untuk ngungkapin cinta. Bisa dengan cara Verbal maupun non Verbal. Kalau orang Indonesia ngungkapin cinta dengan “Aku cinta kamu”, orang Inggris bilang “I love you”, orang Arab bilang “Ana uhibbukum” atau Ana Bahibbak”, orang Perancis bilang “je t’aime”, dan sebagainya.

Jadi menurutku bercinta itu boleh-boleh saja, karna kita hidup hakekatnya untuk mencintai dan dicintai, itu merupakan fitrah. Awal mula kita terlahir atas dasar cinta dan kasih sayang. Justru lebih bagus kalau cinta itu bisa memberikan arti, dan perubahan bagi dirinya. Asal saja tidak boleh dijadikan sebagai landasan. Kalau saja ada yang berkeyakinan bahwa hanya cinta bisa merubah hidup kita menjadi lebih baik, itu anggapan yang salah dan sangat keliru.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: