Archive for Mei, 2006

Sampai Kapan??!

Ku disuruh untuk memetik Bunga itu
Tapi Aku takut kena durinya
Makanya aku tak sanggup
Sampai kapan bisa Ku bertahap?!Dari Sekian banyak Bunga
Dari sekian banyak Mawar Melati
Tak satupun yang bisa Ku dapati
Apalagi sekedar mencium baunya?!

Sepertinya Aku perlu belajar
Untuk bisa memetiknya
Karna tidak bisa diungkapkan
Lewat kata-kata

Apakah Aku tidak boleh memetiknya
Hanya Taqdir akan memberikannya
Hingga sa’at akan Ku bawa
Haruskah Ku bersujud diatas SajadahNya?!

Lagian Aku tidak tahu…
Mana Bunga yang cocok Ku Petik
Mana Bunga yang bisa menyejukan Ku
Sebab Bunga Tak sama Harumnya
Itu yang Ku tahu!

Persahabatan!!!

Kita kadang bingung menilai mana Sahabat Sejati dan mana Sahabat Biasa, tapi yakinlah Sahabat adalah yang slalu memberikan perhatian, masukan, dan menasehatin disa’at kita salah, lewat kata dengan sopan, sehingga kita menerimanya dengan senang dan lapang dada. Sahabat juga tempat kita berbagi rasa, pengalaman, tukar pikiran dan lain sebagainya, disa’at kita kesepiahan slalu ditemanin. Disa’at kita bertemu slalu ada pancaran senyum ntah lewat diri kita, ataupun dia, berarti ada tanda kangen dan kecocokan dihati kita.

Tidak susah membedakan senyuman pura-pura senang, dengan senyuman manis tanda senang. Walaupun orangnya emang agak susah untuk senyum, dengan pancaran mukanya bisa dinilai kalau itu senyuman asli. Bagitupun dengan orang biasa senyum, sedikitpun pura-pura senyum terhadap diri kita, pasti kelihatan kalau itu tidak ikhlas. Katakan terhadap seseorang kalau kita senang walaupun itu pahit, sehingga membuat dia tambah yakin dan percaya.

Dan jangan sampai kesenangan itu kita pendam, hingga akhirnya membeku kayak batu, susah untuk dipecahkan! Karna Nabi dan sahabat, slalu mengucapkan kata-kata ini tatkala bertemu dengan saudaranya seiman (Ana Uhibbukum Filla).

Ada langkah-langkah harmonis sehingga membuat persahabatan kita menjadi akrab dan tidak pernah terjadi kesalah fahaman, yaitu agar jangan sedikitpun menyinggung perasaan hati. Tumbuhkan rasa menghormati dan menyayangi. Tidak pernah berburuk sangka. Selalu menanyakan kabar tentang Dirinya. Menolong sa’at dia membutuhkan kita, dan masih banyak langkah-langkah lain. Sahabat baik slalu memberikan yang terbaik buat diri kita, dia rela mengorbankan demi kepentingan kita, merasa sedih sa’at kita mengalamin hal itu, bisakah kita mewujudkan impian seperti itu, Saya yakin kita semua bisa!!!

« Previous entries